Sabilal Muhtadin

Sabilal Muhtadin

Sejarah Singkat

Cita-cita besar masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki masjid megah dan representatif akhirnya terwujud dengan diresmikannya Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin oleh Presiden Soeharto pada tanggal 9 Februari 1981. Peresmian ini menjadi tonggak sejarah, tidak hanya konteks keagamaan, tetapi juga sebagai awal munculnya gagasan visioner untuk menghadirkan pusat pendidikan Islam yang terpadu di kawasan masjid tersebut.

Gagasan tersebut pertama kali dicetuskan oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, almarhum H. Mistar Tjokrokoesomo, yang menyampaikannya dalam sebuah seminar Pusat Pengembangan Pendidikan Islam di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H.M. Bajuri Ali, MA. Beliau mengusulkan agar kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Islam yang modern dan berdaya saing.

Inisiatif ini kemudian dilanjutkan oleh H. M. Said, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin kala itu, yang kelak juga menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan selama dua periode. Beliau merancang dan menyusun dokumen “Rencana Pembangunan Pendidikan Pusat Kegiatan Islam Banjarmasin Kalimantan Selatan” sebagai panduan utama pengembangan institusi ini.

Pembangunan pusat pendidikan Islam ini lahir dari sinergi antara ulama, umara, dan zu’ama Kalimantan Selatan, yang bersama-sama mewujudkan cita-cita mulia ini melalui kolaborasi antara dana APBD Provinsi Kalimantan Selatan dan partisipasi aktif masyarakat.

Sebidang tanah di area Masjid Raya Sabilal Muhtadin pun disiapkan khusus sebagai lokasi pembangunan, seperti yang tergambar dalam maket perencanaan masjid. Implementasi nyata dimulai dengan pendirian TK Islam pada tahun 1987, disusul oleh SD Islam pada tahun 1988, kemudian SMP Islam pada tahun 1992, dan akhirnya SMA Islam Sabilal Muhtadin pada tahun 1999.

Hingga hari ini, pusat pendidikan Islam Sabilal Muhtadin terus tumbuh dan berkembang sebagai wujud nyata dari semangat kebersamaan dan dedikasi untuk mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing global.

Kepemimpinan Sekolah

Visi

Terwujudnya pendidikan dan pengajaran yang Islami, bermutu, berdaya saing tinggi serta berakar di masyarakat.

Misi

  1. 1Menyelenggarakan pendidikan yang terpadu antara dunia (iptek) dan akhirat (imtaq).
  2. 2Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu tinggi.
  3. 3Menyelenggarakan pendidikan yang menekankan kepada ibadah, akhlakul karimah dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.
  4. 4Menyelenggarakan pendidikan yang hasilnya memberikan kepuasan kepada masyarakat pelanggan.
  5. 5Menyelenggarakan pendidikan dengan manajemen modern dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Tujuan Pendidikan

  1. 1Beriman dan Bertaqwa
  2. 2Berakhlakul Karimah
  3. 3Sehat Jasmani dan Rohani
  4. 4Cerdas, Berpengetahuan dan Terampil
  5. 5Berkepribadian dan Mandiri
  6. 6Bertanggungjawab atas Pengembangan Umat dan Bangsa

Sumber Nilai

Sumber Nilai yang menjadi dasar berfikir, bersikap dan bertindak ialah Al Qur’an, As Sunnah dan Pancasila. Dari Sumber Nilai tersebut maka nilai utama yang menjadi etos kerja segenap unsur LPI Sabilal Muhtadin ialah:

  1. 1Iman
  2. 2Ibadah kepada Allah SWT
  3. 3Akhlakul Karimah
  4. 4Mencintai Ilmu
  5. 5Kreatif dan Inovatif
  6. 6Profesional
  7. 7Berfikir Bebas
  8. 8Jihad Fi Sabilillah